Pengorbanan Seorang Bapak

Pengorbanan Seorang Bapak

 

Wilem iskandar

 

Ya anakku penerus garis- keturunan,

Bergurulah engkau ke sekolah,

Jangan hanya main berkeliaran,

Tetapi belajarlah engkau tanpa lelah.

 

Tentang makanmu dan sesalin pakaian

Akan kupersakitkan mencarinya,

Tidak akan aku kikirkan,

Kurelakan mencukupi semuanya.

 

Kalau aku pergi menjaring,

Dan kuperoleh dua ikan tembara,

Satu kutukar uang bedering

Bagimu garam pembangkit selera.

 

Kalau berhasil kopi di gunung,

Yang aku dan ibumu semaikan,

Hanya sebagian akan aku tabung,

Sisanya untukmu pembeli pakaian,

 

Kalau tiada hama diladang,

Seehingga berhasil padi di longgok,

Hanya selonggok menjadi uang,

Untukku pembeli tembakau rokok.

 

Itulah dia anakku sayang,

Ingin hatiku kau menjadi pintar,

Kalau nanti jalanku goyang,

Maka engkaulah tempatku bersandar.

 

Kalau esok aku menjadi tua,

Dan ibumu menjadi rabun,

Senangkan kiranya kami berdua,

Tibalah giliranmu tuk bertekun.

 

O yang Maha- Baik Laku,

Yang mendengar apa kataku ini,

Bermohonlah aku kepdaMu,

Terangkanlah hati anakku ini!

Pos ini dipublikasikan di inspirasi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s